EMOTIONAL INTELLIGENCE

 qoqom

PENTINGNYA KECERDASAN EMOSIONAL DALAM KESEHARIAN

 

Emosional  adalah  pola reaksi yang mengandung perubahan fisiologi, perilaku ekspresif dan state of feeling yang muncul sebagai respon terhadap situasi ( wortman, leftus dan weaver, 1999). Emosi seseorang berdampak pada perubahan  psikologi dan tingkah laku.

Menurut Plutchik, “terdapat 7 emosi dasar (primer) pada manusia yaitu fear/takut, disgust/benci, wonder/heran, anger/marah, subjection, elation/gembira, dan tender/kelembutan  hati”.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan dalam mengetahui dan mengatur emosi kita, dan berinteraksi dengan orang lain untuk mencapai hasil terbaik yang diinginkan.

Setiap manusia pasti memeliki berbagai kebutuhan dan keinginan yang beragam baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat. Hal ini bisa juga dipengaruhi oleh naluri  dan emosi kita. Sehigga kecerdasan emosional sangat penting agar kita dapat mengendalikan emosi kita. Berikut ini tips-tips mengendalikan emosi dalam keseharian.

22a03682bd704e657ab1384e2eaa88a6_emosi

Tips-Tips Pengendaliaan Emosi dalam Keseharian :

  1. Beriman dan menyandarkan hati kepada Tuhan Yang Maha Esa

Karena dapat mendorong jiwa agar menghiasi diri dengan budi pekerti yang baik.

  1. Terus-menerus berdzikir kepada-Nya

Dzikir mempunyai pengaruh yang sangat menakjubkan dalam melapangkan dan meluaskan dada, menyenangkan hati, serta menghilangkan kebimbangan dan kedukaan.

  1. Mencari ilmu yang bermanfaat

Setiap kali ilmu seseorang bertambaah luas, maka akan semakin lapang dan luas pula hatinya.

  1. Berhias dengan akhlak mulia

Karena akan membuat kita merasa memiliki tujuan dan makna hidup yang lebih tinggi.

  1. Berbuat baik terhadap sesama makhluk

Dengan melakukan berbagai perbuatan baik kepada orang lain sedapat mungkin, karena seseorang yang murah hati lagi baik adalah manusia yang paling lapang dadanya, paling baik jiwanya dan paling bahagia jiwanya.

  1. Mengeluarkan berbagai kotoran hati dan sifat tercela

Karena sifat tercela seperti dengki, kebencian, iri, permusuhan dan kezhaliman dapat menyebabkan hati kita menjadi sempit dan tersiksa.

  1. Meninggalkan sesuatu yang berlebihan dalam memandang, berbicara, mendengar, bergaul, makan dan tidur

Karena hal-hal tersebut dapat mengeraskan hati kita dan membuat kita menjadi orang yang malas.

  1. Menyibukkan diri dengan amal dan ilmu yang bermanfaat, karena dapat menghindarkan hati dari hal-hal yang menggoncangkan
  2. Memperhatikan kegiatan hari ini dan tidak perlu khawatir kepada masa depan atau kesedihan yang terjadi pada masa lalu
  3. Melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan yang telah terjadi, sehingga tidak larut dalam memikirkannya dan mengambil hikmah dibaliknya.
  4. Jika tertimpa musibah, hendaklah berusaha meringankan agar dampak buruknya bisa dihindari, serta berusaha keras mencegahnya sesuai dengan kemampuan kita.
  5. Adanya kekuatan hati dan tidak tergoda serta tidak terpengaruh oleh angan-angan dan berbagai khayalan yang timbul dari pemikiran buruk.
  6. Jika tertimpa hal-hal yang tidak menyenangkan, hendaklah kita bandingkan dengan berbagai kenikmatan yang telah kita peroleh agar kita tidak mengeluh.
  7. Mengarahkan fikiran kepada hal-hal yang membawa manfaat bagi diri kita dan berusaha untuk dapat merealisasikannya.
  8. Hendaklah kita tidak menuntut terima kasih atas kebaikan yang telah kita lakukan, kecuali dari Tuhan Yang Maha Esa
  9. Berdoa memohon perbaikan dalam semua hal dan urusan yang kita lakukan.

 

 REFERENSI :

Arifin, Ainul Haris.2007.Kitab Tauhid 3.Jakarta: Darul Haq

Bashori, Agus Hasan.2007.Kitab Tauhid 2.Jakarta: Darul Haq

Jawas, yasid bin Abdul Qadir.2003.Do’a & Wirid.Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i

Fitri, Siti Yuyun Rahayu. Dalam salah satu kuliahnya di Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran pada 26 November 2014

Iklan